LINGGANG PURWODADI – Suasana khidmat menyelimuti Balai Kampung Linggang Purwodadi saat jajaran Tim Penggerak PKK beserta warga berkumpul dalam peringatan Hari Ibu yang digelar hari ini. Acara tahunan ini tidak sekadar menjadi seremonial, melainkan menjadi momentum refleksi mendalam mengenai besarnya perjuangan seorang ibu.
Mengenang Jejak Perjuangan
Acara dibuka dengan narasi tentang napak tilas perjuangan kaum perempuan di Indonesia. Ketua TP PKK Kampung Linggang Purwodadi dalam sambutannya menekankan bahwa peran ibu di era modern tidaklah lebih ringan dari masa lalu. Ibu adalah tiang keluarga yang menjaga keharmonisan sekaligus pendidik utama bagi generasi masa depan.
Pesan Menyentuh: "Ibu Juga Memerlukan Ibu"
Satu momen yang paling menggetarkan hati hadirin adalah saat sesi refleksi diri. Dalam pesan yang disampaikan, diingatkan kembali bahwa di balik sosoknya yang kuat, seorang ibu tetaplah seorang anak yang merindukan dekapan.
"Seringkali kita lupa bahwa seorang ibu yang setiap hari mengurus kita, juga memerlukan sandaran. Ia memerlukan doa ibunya sendiri untuk tetap kuat, dan ia memerlukan kasih sayang untuk terus memberi," ujar salah satu pengurus PKK dalam sesi renungan.
Doa Bersama Langitkan Harapan
Puncak acara ditandai dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat. Seluruh hadirin tertunduk, melangitkan doa-doa terbaik bagi para ibu yang masih mendampingi maupun yang telah berpulang ke Rahmatullah. Isak tangis haru sempat pecah saat bait-bait doa tentang pengampunan dan kasih sayang dipanjatkan.
Melalui kegiatan ini, PKK Linggang Purwodadi berharap agar semangat kasih sayang ibu terus mengalir dalam kehidupan bermasyarakat dan menjadi pengingat bagi anak-anak untuk selalu berbakti.












0 Komentar